PSAK 58 Asset Tidak Lancar Yang Dijual dan Operasi Dihentikan   Leave a comment

Posted November 23, 2012 by susantodharmawi in Akuntansi Keuangan

Modal Kerja   Leave a comment

Pengertian

Modal Kerja meliputi seluruh aktiva lancar dikurangi hutang lancar. Contoh management modal kerja adalah managemen kas, managemen piutang, managemen persediaan. Terdapat tiga konsep definisi modal kerja yaitu :

  • Konsep Kuantitatif

Konsep ini menunjukan jumlah dana (fund) yang tersedia untuk tujuan operasi jangka pendek. Konsep ini menganggap

bahwa modal kerja adalah jumlah aktiva lancar (gross working capital).

  • Konsep Kualitatif

Menitik beratkan pada kualitas modal kerja menurut konsep ini modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap

hutang lancar (net working capital).

  • Konsep fungsional

Menitik beratkan fungsi dari dana yang dimilikinya dalam menghasilkan laba dari usaha pokok perusahaan yaitu current

income dan future income.

Tujuan dan Sumber Modal
Tujuan laporan perubahan modal kerja adalah memeberikan ringksan transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode dengan menunjukan sumber dan penggunaan modal kerja dalam periode tersebut. Laporan perubahan modal kerja akan memberikan gambaran tentang bagaimana management mengelolah perputaran atau sirkulasi modalnya. Dimana sumber-sumber modal kerja berasal :

  1. Hasil operasi perusahaan
  2. Keuntungan dari penjualan surat – surat berharga (investasi jangka pendek)
  3. Penjualan aktiva tidak lancar
  4. Penjualan saham atau obligasi

Sebab Perubahan Modal Kerja

—–> Adanya kenaikan sector modal baik yang berasal dari laba maupun adanya pengeluaran modal saham atau tambahan investasi dari pemilik perusahaan maka modal kerja akan bertambah

—–> Ada pengurangan atau penurunan aktiva tetap yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar karena adanya penjualan aktiva tetap maupun melalui proses depresiasi, modal kerja akan bertambah

—–> Adannya penambahan hutang jangka panjang baik dalam bentuk obligasi, hipotek, atau hutang jangka panjang lainnya yang diimbangi dengan bertambahnya aktiva lancar, modal kerja akan bertambah

—–> Kerena kerugian yang diderita oleh perusahaan, baik kerugian normal maupun kerugian exidentil, maka akan mengurangi modal kerja

—–> Adanya pembentukan dana atau pemisahan aktiva lancar untuk tujuan – tujuan tertentu dalam jangka panjang maka akan mengurangi modal kerja

—-> Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap maka akan mengurangi modal kerja

—-> Pengambilan uang atau barang yang dilakukan oleh pemilik perusahaan untuk kepentingan pribadi.

 

Manfaat Management Modal Kerja

1. Melindungi perusahaan terhadap krisis modal kerja karena turunya nilai dari aktiva lancar .

2. Menjamin dimilikinya kredit standing perusahaan semakin besar dan memungkinkan bagi perusahaan untuk dapat menghadapi bahaya-bahaya atau kesulitan keuangan yang mungkin terjadi.

3. Memungkinkan untuk dapat membayar semua kewajiban – kewajiban tepat pada waktunya

4. Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup untuk melayani konsumen

5. Memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan syarat kredit yang lebih menguntungkan kepada para langganannya

6. Memungkinkan bagi perusahaan  untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan .

7. Laporan modal kerja akan sangat berguna bagi management untuk mengadakan pengawasan terhadap modal kerja.

 

Laporan Modal Kerja

Laporan Perubahan modal kerja merupakan ringkasan tentang hasil – hasil aktivitas keuangan suatu perusahaan dalam satu periode tertentu dan menyajikan sebab-sebab perubahan-perubahan posisi keuangan perusahaan tersebut

 

 

Posted November 9, 2012 by susantodharmawi in Akuntansi Keuangan

Contoh Soal PPh 23   Leave a comment

Tanggal 25 Juli 2012 PT XYZ melakukan penbagian deviden untuk 20 orang dan setiap orang mendapatkan pembagian sebesar Rp. 5.000.000., hitunglah pph 23 beserta buat jurnalnya ?

Jawab :

Deviden untuk 20 orang

Rp.5.000.000 X 20 orang = Rp.100.000.000

Tarif  PPh 23 untuk deviden 15%

Rp.100.000.000 X 15% = Rp.15.000.000

Jurnal PPh 23 PT. XYZ

Deviden                                                  Rp.100.000.000

Cash                                                                                 Rp.85.000.000

Hutang PPh 23                                                                  Rp.15.000.000

Jurnal Penerima deviden per orang

cash                                                        Rp.4.250.000

PPh 23                                                    Rp.    750.000

Pendapatan Deviden                                                    Rp.5.000.000

Posted Juli 23, 2012 by susantodharmawi in Pajak

Besarnya PTKP   Leave a comment

Berdasarkan Pasal 7 UU PPh besarnya PTKP sejak tahun pajak 2009 adalah sebesar :

  1. Rp. 15.840.000 Untuk wajib pajak sendiri
  2. Rp.    1.320.000 Tambahan untuk wajib pajak kawin
  3. Rp. 15.840.000 Tambahan Untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan suami
  4. Rp.    1.320.000 Tambahan untuk setiap keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 orang untuk setiap keluarga.
  1. TK/0 = Untuk Wajib Pajak belum kawin dan tidak memiliki tanggungan
  2. TK/1 = Untuk Wajib Pajak belum kawin dan memiliki tanggungan satu orang
  3. TK/2 = Untuk Wajib Pajak belum kawin dan memiliki tanggungan dua orang
  4. TK/3 = Untuk Wajib Pajak belum kawin dan memiliki tanggungan tiga orang
  5. K/0   = Untuk Wajib Pajak kawin dan tidak memiliki tanggungan
  6. K/1    = Untuk Wajib Pajak kawin dan memiliki satu tanggungan
  7. K/2    = Untuk Wajib Pajak kawin dan memiliki dua tanggungan
  8. K/3    = Untuk Wajib Pajak kawin dan memiliki tiga tanggungan
  9. K/I/0 = Untuk Wajib Pajak kawin dan penghasilan istri digabung dengan suami dan tidak memiliki tanggungan
  10. K/I/1 = Untuk Wajib Pajak kawin dan penghasilan istri digabung dengan suami dan memiliki satu tanggungan
  11. K/I/2 = Untuk Wajib Pajak kawin dan penghasilan istri digabung dengan suami dan memiliki dua tanggungan
  12. K/I/0 = Untuk Wajib Pajak kawin dan penghasilan istri digabung dengan suami dan memiliki tiga tanggungan

Contoh :

1. Tuan Anto seorang Wajib Pajak Status K/I/3 maka besarnya PTKP untuk tahun pajak 2011 adalah sebagai berikut :

  •      Untuk wajib pajak sendiri                                                         : Rp. 15.840.000
  •      Status Kawin                                                                            :  Rp.    1.320.000
  •      Tambahan untuk istri penghasilan digabung                           :  Rp. 15.840.000
  •      Tanggungan 3 x 1.320.000 =                                                  :  Rp.   3.960.000

PTKP                                                                                                       Rp. 36.960.000              

Posted Juli 1, 2012 by susantodharmawi in Pajak

Gambaran Umum Proses Audit Laporan Keuangan   Leave a comment

               Hasil akhir dari pekerjaan auditor laporan keuangan adalah pendapat audit yang menindikasikan apakah laporan keuangan klien bebas dari salah saji material atau tidak. Apa yang bisa auditor kerjakan, dari perspektif kopseptual, untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan mendukung pendapat itu? Auditor pertama-tama harus mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai klen, jenis usahanya dan industrinya. Auditor harus memahami resiko yang dihadapi klien, bagaimana mereka menghadapi dengan resikonya, dan sisa resiko apa yang kemungkinan menghasilkan salah saji meterial dalam laporan keuangan. Dibekali dengan pemahaman ini, auditor merencanakan prosedur yang akan menghasilkan bukti yang berguna dalam mengembangakan dan mendukung suatu pendapat atas laporan keuangan.

               Untuk memahami proses ini secara intuitif, pertimbangan terbuat dari apa laporan keuangan itu. Dari mata kuliah akuntansi keuangan yang anda ambil, anda tahu bahwa system akuntansi menangkap, mencatat, dan merangkum transaksi individual. Entitas tentu saja harus merancang dan mengimplementasikan pengendali untuk meyakinkan bahwa transaksi-transaksi itu ditangkap, dicatat, dan diikthisarkan secara tepat. Transaksi individual ini dikelompokan dan diikthisarkan menjadi beraneka akun, dan akhirnya, laporan keuangan dibuat dengan mengorganisasi kumpulan yang berarti dari saldo akun tersebut. baru saja diindentifikasikan tiga tahap dalam proses akuntansi yang berlangsung dalam pembuatan laporan keuangan : pengendalian internal ditempatkan untuk memastikan pengumpulan dan pencatatan transaksi-transaksi individual yang tepat, yang kemudian dikumpulkan kedalam saldo akun. Rangkuman ini mungkin tampak seperti penyederhanaan, tetapi pada tingkat tinggi ini akan membantu anda memahami tahapan dari proses akuntansi klien dimana auditor memfokuskan diri untuk mengumpulkan bukti dan menerbitkan pendapat audit.

                Ingatlah bahwa pekerjaan auditor yang utama adalah untuk menyatakan pendapat apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Masuk akal jika auditor dapat merancang prosedur untuk mengumpulkan informasi langsung mengenai saldo akun akhir yang masuk kedalam laporan keuangan. Sebagai contoh, auditor bisa mengkonfirmasikan saldo kas akhir dengan menghubungi bank klien atau auditor dapat secara fisik memerika jenis barang di persedian masuk ke dalam saldo akhir persediaan. Tetapi ingat saldo akun terdiri atas transaksi individual yang terjadi selama tahun lalu (atau lebih lama lagi). Jika auditor merancang prosedur untuk menguji apakah transaksi benar-benar telah diakui dan ditangani dengan tepat, auditor dapat memperoleh informasi tidak langsung mengenai apakah saldo akun akhir kemungkinannya telah disajikan secara wajar. Informasi ini sudah jelas memindahkan satu langkah dari saldo akun akhir itu sendiri. Tetapi kita dapatmenghilangkan satu tahap lagi. Jika auditor merancang prosedur untuk menguji apakah pengendlian internal entitas terhadap transaksi keuangan adalah efektif, auditor dapat memperoleh informasi tidak langsung tambahan mengenai apakah saldo akun yang telah disajikan secara wajar. Pastikan untuk mengikuti logika ini di tahap akhir. Jika pengendalian efektif, maka transaksi kemungkinan akan didapat dan diringkas dengan benar, yang berarti bahwa saldo akun kemungkinannya akan bebas dari salah saji material. Oleh karena itu, Informasi mengenai pengendalian internal lebih tidak langsung dari pada informasi mengenai transaksi, tetapi merupakan informasi yang berguna setidaknya. Pada kenyataannya, walaupun tidak langsung bukti mengenai pengendalian internal biasanya merupakan bentuk bukti yang relatif hemat biaya.

                      Secara ringkas, auditor dapat mengumpulkan bukti di tiap tiga tahap yang berbeda pada sistem akuntansi klien untuk membantu menetukan apakah laporan keuangan disajikan secara wajar : 1) pengendalian internal digunakan olej klien untuk memastikan penanganan yang tepat untuk transaksi (contoh: mengevaluasi dan menguji pengendalian); 2) transaksi yang mempengaruhi tiap saldo akun (contoh: memeriksa sampel transaksi yang terjadi selama periode tersebut); dan 3) saldo akun itu sendiri (contoh; memeriksa sampel dari item yang termasuk kedalam saldo akhir tahun suatu akun). Bukti yang berhubungan secara langsung dengan saldo akhir tahun biasanya berkualitas paling tinggi, tetapi juga paling mahal. Oleh karena itu, auditor biasanya akan bergantung pada kombinasi bukti dari seluruh tiga tahap dalam membentuk pendapat audit mengenai kewajaran dari laporan keuangan. dimana dari tiga area ini paling baik difokuskan tergantung dari keadaan, dan  biasanya tergantung dari pertimbangan auditor.

Posted Juni 30, 2012 by susantodharmawi in Auditing

belum dikasih judul   Leave a comment

zzz

Posted Juni 30, 2012 by susantodharmawi in Ilmu Komputer

PPh Pasal 21   Leave a comment

PPh 21 adalah pajak atas penghasilan karyawan

Posted Juni 30, 2012 by susantodharmawi in Pajak